ANALISIS CITRA WANITA TOKOH FLAVIA DALAM NOVEL SECOND CHANCE KARYA FLARA DEVIANA
ANALISIS CITRA WANITA TOKOH FLAVIA DALAM NOVEL SECOND CHANCE
KARYA FLARA DEVIANA
Bayu Febri Ari Saputro – 191010700509
Universitas Pamulang
ABSTRAK
Penelitian
ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan citra wanita tokoh Flavia dalam novel
Second Chance karya Flara Deviana, baik citra fisik maupun nonfisik. Metode
yang dipakai dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan
menggunakan pendekatan psikologi sastra. Sumber data penelitian ini adalah
novel Second Chance karya Flara Deviana. Data diperoleh dengan teknik
membaca dan mencatat. Data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif
kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra fisik wanita sosok Flavia
dalam novel Second Chance karya Flara Deviana yaitu: (1) Wanita
sederhana yang cantik dan manis secara keseluruhan dapat dilihat pada tubuh
Flavia tercermin dari kata-kata yang memberikan kekaguman dan pujian akan
kecantikannya; (2) Wanita yang berusia matang tercermin dari kata-kata yang
mengatakan Flavia adalah seorang pengasuh anak dan guru les privat. Lalu hasil
citra nonfisik wanita sosok Flavia dalam novel Second Chance karya Flara
Deviana yaitu: (1) Flavia adalah sosok pekerja keras dan pantang menyerah, hal
itu dicerminkan dari pekerjaan yang Flavia lakukan setiap hari demi terlunaskannya
hutang ibunya; (2) Flavia adalah sosok lemah lembut, baik hati, penyayang, juga
keibuan terhadap anak-anak, hal itu dicerminkan dari cara Flavia berinteraksi
dengan Okan dan Olin; (3) Flavia juga sosok wanita yang pandai memasak, hal itu
dicerminkan dari masakan Flavia yang dipuji enak oleh Raynaldi.
Kata kunci: novel, citra wanita, citra fisik dan citra nonfisik
PENDAHULUAN
Karya fiksi merupakan sebuah cerita,
dan didalamnya juga terkandung sebuah tujuan yang memberikan efek menghibur kepada para
pembacanya. Membaca sebuah karya fiksi berarti menikmati cerita, menghibur diri
untuk memperoleh kepuasan batin, dan sekaligus memperoleh pengalaman kehidupan.
Namun, bagaimanapun penawaran pengalaman dan permasalahan kehidupan tersebut
haruslah karya fiksi tetap sebuag cerita yang menarik, tetap memiliki struktur
yang koheren, dan tetap memiliki tujuan estetik (Wellek & Warren,
1989:212).
Fiksi merupakan karya imajinatif
yang dilandasi kesadaran dan tanggung jawab dari segi kreativitas sebagai karya
seni. Fiksi menawarkan aspek-aspek kehidupan sebagaimana yang diidealkan oleh
pengarang. Fikai mulanya menyaran pada prosa naratif, yang dalam hal ini adalah
novel dan cerpen, bahkan kemudian fiksi sering dianggap bersinonim dengan novel
(Abrams, 19194:9). Novel merupakan ssbuah cerita panjang yang menjabarkan suatu
hal secara bebas, menawarkan sesuatu secara lebih banyak, lebih rinci, lebih
detil dan lebih banyak melibatkan sebagai permasalahan yang kompleks.
Sebuah novel mengandung berbagai
elemen yang membangun sebuah cerita. Unsur-unsur konstruksi inilah yang disebut
unsur-unsur intrinsik dalam novel. Nurgiyantoro (2010:23) mengemukakan bahwa
unsur-unsur instrinsik novel adalah unsur-unsur yang secara langsung ikut serta
dalam konstruksi cerita. Integrasi elemen internal inilah yang membuat novel
menjadi nyata. Jika kita melihatnya dari sudut pandang pembaca, jika kita
membaca sebuah novel, kita akan menemukan unsur-unsur cerita tersebut.
Unsur-unsur yang dibahas, seperti tema, latar, plot, konflik, sudut pandang,
dll.
Novel yang akan dikaji dalam
penelitian ini berjudul Second Chance. Second Chance merupakan novel
karya Flara Deviana bergenre metropop. Metropop biasanya bercerita yang
diangkat biasanya melibatkan tokoh yang hidup di perkotaan (metropolitan) dan
seringnya bersifat glamor dengan bahasa yang sederhana. Metropop atau metro popular sama seperti chicklit,
yang berkisahkan kehidupan tokoh utamanya (perempuan dewasa muda, memasuki usia
kerja), entah itu kisah cinta atau keluarga dilatari dengan dunia kerja,
tentang kehidupan sehari-hari. Kebanyakan memang bercerita tentang kisah cinta,
tetapi tidak selalu berakhir bahagia. Ada metropop yang berakhir sad
atau bad ending, open ending, dan banyak juga yang happy ending.
Second Chance merupakan novel yang mengisahkan kehidupan seorang perempuan
bernama Flavia Chandra Netta yang harus bekerja banting tulang demi melunasi
semua hutang-hutang ibunya, dan pada akhirnya Flavia mendapatkan sebuah solusi
untuk segera melunasi semua hutangnya ketika menerima tawaran mengasuh anak
kembar seorang duda bernama Raynaldi Adiyaksa yang menyanggupi untuk membayar
gaji bulanan Flavia melebihi gajinya sebagai pengasuh day care saat ini.
Flavia sendiri mampunyai sifat mandiri, pekerja keras dan penyayang. Sifat
penyayangnya ada sejak ia bekerja sebagai pengasuh di day care untuk
menjaga anak-anak kecil. Sedangkan Raynaldi adalah sosok pengacara muda yang
mempunyai anak kembar bernama Okan dan Olin. Raynaldi menjadi seorang duda
diusia yang dibilang masih cukup muda. Raynaldi ini mempunyai karakter yang
dingin, tempramen dan begitu tertutup. Semua karakter itu muncul karena luka
dalam pernikahannya di masa lalu. Di dalam diri Raynaldi ada rasa dendam dan
amarah yang ia coba lampiaskan tetapi malah salah sasaran, ia malah
melampiaskannya pada si kembar, Okan dan Olin. Tetapi seiring dengan jalannya
waktu, seiring dengan Flavia mengasuh si kembar, ternyata Raynaldi diam-diam
telah jatuh hati pada Flavia dan Raynaldi mencoba mengungkapkan isi hatinya,
namun Flavia menganggap itu adalah masalah besar untuknya. Novel tersebut
dihiasi konflik yang beragam, sesuai dengan judulnya novel ini mengisahkan
kesempatan kedua. Kesempatan kedua bagi si kembar Okan dan Olin untuk
mendapatkankan cinta dan sayang Raynaldi kembali, kesempatan kedua bagi Flavia
untuk merasakan hangatnya sebuah keluarga dan kesempatan kedua bagi Raynaldi
untuk menjaga keutuhan keluarganya.
Tokoh Flavia sangat layak untuk
dianalisis, tentang seorang wanita cantik dan muda harus rela putus kuliah demi
bekerja dan melunasi hutang-hutang ibunya seorang diri karena ayahnya telah
meninggal dan ibunya menyalahkannya atas kematian ayahnya. Flavia harus banting
tulang setiap hari dan tidak bisa merasakan kehidupan seperti wanita lain yang seusia dengannya.
Bagaimana citra Flavia dalam novel ini, baik berupa citra fisik maupun
nonfisik, akan penuls kaji dalam penelitian ini.
Citra artinya rupa; gambaran; dapat
berupa gambaran yang dimiliki orang banyak mengenai pribadi, atau kesan mental (bayangan)
visual yang ditimbulkan oleh sebuah kata, frase, atau kalimat dan merupakan
unsur dasar yang khas dalam karya sastra prosa dan puisi (Sugihastuti, 2000:
45). Wanita merupakan mahkluk individu, yang beraspek fisik dan nonfisik, dan
mahkluk sosial yang beraspek keluarga dan masyarakat (Sugihastuti, 2000: 46).
Citra wanita merupakan penggambaran peran wanita dalam kehidupan sosial. Citra
wanita yang berhubungan dengan orang lain bisa bersifat spesifik atau umum,
tergantung dari bentuk hubungannya. Hubungan perempuan dalam masyarakat dimulai
dengan hubungan mereka dengan orang-orang, hubungan antara orang-orang, dan
kemudian hubungan mereka dengan publik. Hubungan antar manusia meliputi
hubungan antara pria dan wanita dalam masyarakat (Sugihastuti, 2000: 125). Pencitraan
tersebut dapat tercermin pada tokoh wanitanya baik fisik maupun nonfisik yang
terdapat dalam novel Second Chance karya Flara Deviana.
Citra wanita tercermin dalam
penokohan tokoh dan tokoh yang membentuk pelaku cerita. Penokohan dan karakter
mengacu pada penempatan karakter tertentu dengan karakteristik tertentu dalam
cerita. Dapat dikatakan bahwa sebagai seorang tokoh cerita fiktif individu
dengan watak dan tingkah laku tertentu telah mengalami peristiwa-peristiwa
dalam cerita tersebut. Hal ini sesuai dengan pendapat Aminudin (2002: 79) bahwa
tokoh adalah pelaku yang mengembangkan peristiwa dalam cerita fiksi sehingga
peristiwa dapat menjalin suatu peristiwa. Istilah tokoh mengacu pada karakter
yang berperan dalam cerita. Tokoh merupakan salah satu unsur penting dalam
sebuah cerita atau novel.
Dari penjabaran di atas maka penulis
memutuskan membuat judul pada penelitian ini, yaitu, “Analisis Citra Wanita
Tokoh Flavia Dalam Novel Second Chance Karya Flara Deviana”.
RUMUSAN MASALAH
Dalam
penelitian telaah novel ini terdapat rumusan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimana citra fisik wanita tokoh
Flavia dalam novel Second Chance karya Flara Deviana?
2. Bagaimana citra nonfisik wanita
tokoh Flavia dalam novel Second Chance karya Flara Deviana?
METODE PENELITIAN
Metode penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode
deskriptif kualitatif yaitu mendeskripsikan citra fisik dan nonfisik tokoh
wanita yang terdapat dalam novel Second Chance karya Flara Deviana dalam
bentuk kata-kata, kalimat, dan paragraf sehingga akan tergambar bagaima citra
fisik dan nonfisik tokoh wanitanya. Adapun pendekatan yang digunakan dalam
penelitian ini adalah pendekatan psikologi sastra yaitu sebuah pendekataan yang
dipakai untuk menelaah karya sastra dengan melihat psikologi tokoh wanitanya
sehingga akan tergambar citra fisik dan nonfisik wanita yang terdapat dalam
novel Second Chance karya Flara Deviana.
Sumber data yang dipakai dalam
penelitian ini berupa novel Second Chance karya Flara Devana yang diterbitkan
oleh PT. Gramedia Pustaka Utama yang berlokasi di Jakarta dan diterbitkan pada
tahun 2020. Novel ini memiliki tebal halaman sebanyak 296 halaman.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Berikut akan dijelaskan secara rinzi hasil dan pembahasan berupa
citra fisik dan citra nonfisik dalam novel Second Chance karya Flara
Deviana.
1.
Citra Fisik Flavia Chandra Netta
Secara fisik, wanita dewasa berbeda
dengan wnaita dibawah umur apalagi dengan sososk laki-laki, wanita dewasa
memiliki bentuk tubuh berbeda, pada umumnya juga memiliki rambut yang panjang
terurai dan suara yang nyaring. Selain itu yang menjadi istimewa dari sosok
wanita adalah mereka mengalami fase menstruasi, hamil dan menyusui.
Citra fisik Flavia yang terkandung
dalam novel Second Chance ini digambarkan dengan sosok yang manis
berhidung mancung. Flavia adalah wanita pekerja keras yang bekerja di day
care dan menjadi guru privat bagi anak-anak sekolah dasar. Hal ini
digambarkan ketika temannya Flavia yang Bernama Dela memujinya.
Perempuan dengan mata lebar, hidung tinggi dan kulit wajah putih
bersih yang merona manis menengok ke arahku. (Second
Chance : 2020.8)
Kutipan di atas
menggambarkan kalau sosok Flavia merupakan wanita muda yang memiliki paras wajah
yang manis, ditambah kulit putih bersihnya dan hidungnya yang mancung, membuat
siapapun yang melihanya pasti memujinya. Kata cantik disini ialah kesempurnaan
yang dimiliki oleh seorang wanita secara fisik dilihat dari indera penglihatan.
Selain Dela temannya,
Raynaldi juga sempat memuji kecantikan yang Flavia miliki. Raynaldi adalah bos
baru Flavia yang menawarkan gajih diatas rata-rata untuk mengurus anak
kembarnya, Okan dan Olin.
“Penampilan Flavia yang sedikit berantakan, tapi cantik membuat
fokus gue menyetir jadi buyar. Menurut gue dia sosok perempuan sederhana yang
cantik dan tidak bosan dipandang” (Second
Chance : 2020.46)
“Senyum manisnya sekali lagi membuat gue menegang. Gila, memang
bahaya nih cewek” (Second Chance : 2020.59)
Kutipan di atas
menggambarkan kalau Flavia memang sosok wanita yang cantik, walaupun
penampilannya dibilang cukup sederhana tapi membuat Raynaldi tidak merasa bosan
disaat memandangnya ditambah lagi Flavia memiliki senyum yang manis. Memang,
diluar sana banyak wanita cantik dimana-mana, tapi kebanyakan dari mereka
cantik tapi membosankan, Flavia adalah salah satu wanita sederhana yang
memiliki wajah tidak membosankan.
“Sedangkan Flavia cuma tersenyum seakan-akan kebisingan itu adalah musik.
Dia terlihat sangat santai dari yang selama ini gue lihat dan dua kali lipat
lebih cantik.” (Second Chance : 2020.157)
Untuk kesekian
kalinya seorang Raynaldi memuj Flavia kalau Flavia itu memang benar-benar
cantik. Raynaldi memujinya walaupun Flavia berpenampilan santai, ditambah lagi
Flavia tidak merasa kebisingan walaupun di tempat ramai, justru Flavia sangat
menikmatinya, kebisingan tersebut terjadi karena mereka sedang berada di Taman
Safari bersama si kembar, Okan dan Olin.
Berdasarkan
penjabaran dari berbagai kutipan di atas, maka dapat disimpulkan mengenai citra
wanita tokoh Flavia berupa citra fisik yang cantik secara keseluruhan dan dapat
dilihat dari tubuh Flavia yang tergambar pada kata-kata yang memberikan
kekaguman akan kecantikan sosok Flavia. Wanita yang berusia matang tercermin
dari kata-kata yang mengatakan Flavia adalah seorang pengasuh anak sekaligus
guru les privat. Oleh sebab itu, maka dapat disimpulkan mengenai citra fisik
Flavia yaitu: (1) Wanita sederhana yang cantik dan manis secara keseluruhan
dapat dilihat pada tubuh Flavia tercermin dari kata-kata yang memberikan
kekaguman akan kecantikan Flavia; (2) Wanita yang berusia matang tercermin dari
kata-kata yang mengatakan Flavia adalah seorang pengasuh anak dan guru les
privat.
2.
Citra Non Fisik Flavia Chandra Netta
Citra nonfisik sosok Flavia yang
digambarkan dalam novel ini adalah seorang wanita yang pekerja peras, ia harus
bekerja di dua tempat supaya dapat membayar semua hutang ibunya dan dapat
memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Flavia adalah sosok wanta yang tangguh dan
tidak mengenal kata lelah, bahkan ia mencari pekerjaan sampingan lagi demi
mendapatkan tambahan uang.
“Aku bekerja
sebagai pendamping di Little Bear Day Care dari Senin sampai Jumat, berangkat
pagi pulang sore. Malamnya lanjut jadi guru private matematika dua anak,
seminggu tiga kali. Sabtu mengajar dua anak sempoa di rumah. Minggu mengambil
pekerjaan SPG bazar harian, kalau ada. Aku banting tulang setiap hari, tapi
belenggu utang mendiang Ibu tidak juga lepas.” (Second
Chance : 2020.10)
Pada kutipan di
atas menggambarkan bagaimana sosok Flavia giat bekerja demi terlunaskannya
hutang ibunya, tapi ia merasa kalau hutang ibunya tak kunjung lunas, hutang itu
masih saja membelenggu dirinya, padahal ia sudah bekerja keras setiap hari.
Selain pekerja
keras dan pantang menyerah, citra nonfisik sosok Flavia juga digambarkan kalau
Flavia adalah wanita yang pandai merebut hati anak-anak, ia pandai mengajak
anak-anak yang baru ia kenal, anak-anakpun langsung menurut dan terenyuh jika
sudah berhadapan dengan Flavia, Flavia adalah sosok yang digemari anak-anak.
“Dengan hati-hati aku membelai rambut ikal si gadis kecil, perlahan
turun ke punggungnya. "Jangan nangis lagi, nanti cantiknya hilang
loh." Suara tangis mulai mereda.” (Second
Chance : 19.20)
Pada kutipan di
atas menggambarkan kalau Flavia adalah sosok yang tenang saat menenangkan
anak-anak yang sedang menangis, ia sedang menenangkan Olin yang menangis, itu
merupakan momen di mana ia dan Olin pertama kali berinteraksi dan Olin pun
secara tidak sadar menerima Flavia dengan senang hati karena menuruti perkataan
Flavia supaya tidak menangis lagi, padahal Olin merupakan anak yang susah
menurut dengan orang baru, itu semua bisa terjadi karena Flavia memiliki naluri
keibuan yang kuat.
Selanjutnya citra
nonfsisik Flavia yang digambarkan adalah ia merupakan sosok yang penyayang, ini
dibuktikan bagaimana cara ia membelai si kembar, Okan dan Olin, dengan kasih
sayang sehingga membuat Reynaldi terenyuh melihat perlakuan yang Flavia berikan
kepada anak-anaknya.
“Dia dengan lembut membelai wajah Okan dan Olin bergantian,
tatapannya tulus menyayangi anak-anak. Pemandangan ini bikin dada gue sesak.” (Second Chance : 2020.62)
Kutipan di atas
menggambarkan kalau Flavia merupakan wanita baik hatinya, lemah lembut juga
penyayang, bisa dilihat cara ia membelai wajah Okan dan Olin secara tulus yang
membuat Raynaldi merasa sesak, ia merasa kalau ia tidak bisa melakukan apa yang
Flavia lakukan ke anak-anaknya, padahal ia adalah ayah dari anak-anaknya
sendiri.
Selain di atas,
Flavia juga digambarkan sosok yang pandai memasak, Raynaldi bahkan memuji
masakan Flavia, hal ini dibuktikan dalam kutipan di bawah ini.
"Hm," gumamnya setelah beberapa kunyahan, "kamu bisa
masak juga ternyata," katanya, mengambil bagian dada ayam penyet.
"Saya pikir kamu cuman pinter ngurus anak-anak." (Second Chance : 2020.84)
"Terima kasih buat makanannya. Ini masakan rumah terenak
sepanjang hidup saya. Dan," mungkin ini hanya perasaanku saja tapi
pandangan Ray yang biasa tajam berubah lembut, "terima kasih sudah temenin
saya makan." Lalu dia menyunggingkan senyum yang terlihat tulus, sebelum
keluar ruang makan, dan menghilang.” (Second
Chance : 2020.86)
Kutipan-kutipan
di atas menggambarkan kalau Flavia merupakan wanita yang pandai memasak, bahkan
Raynaldi sampai mengatakan kalau ini adalah masakan rumahan terenak yang pernah
ia makan, Raynaldi terus memuji Flavia sehingga membuat Flavia merasa malu
sekaligus senang.
Berdasarkan
penjabaran dari berbagai kutipan di atas, maka dapat disimpulkan me ngenai
citra wanita tokoh Flavia berupa citra nonfisik adalah sebagai berikut: (1)
Flavia adalah sosok pekerja keras dan pantang menyerah, hal itu dicerminkan
dari pekerjaan yang Flavia lakukan setiap hari demi terlunaskannya hutang
ibunya; (2) Flavia adalah sosok lemah lembut, baik hati, penyayang, juga
keibuan terhadap anak-anak, hal itu dicerminkan dari cara Flavia berinteraksi
dengan Okan dan Olin; (3) Flavia juga sosok wanita yang pandai memasak, hal itu
dicerminkan dari masakan Flavia yang dipuji enak oleh Raynaldi.
KESIMPULAN
Dari analisis yang sudah dilakukan
di atas, maka penulis dapat menyimpulkan citra wanita tokoh Flavia dalam novel Second
Chance karya Flara Deviana ini baik citra fisik dan nonfisik adalah sebagai
berikut: (1) Citra Fisik Flavia Chandra Netta yakni: wanita sederhana yang
cantik dan manis secara keseluruhan dapat dilihat pada tubuh Flavia tercermin
dari kata-kata yang memberikan kekaguman dan pujian akan kecantikannya, wanita
yang berusia matang tercermin dari kata-kata yang mengatakan Flavia adalah
seorang pengasuh anak dan guru les privat. (2) Citra Nonfisik Flavia Chandra
Netta yakni: Flavia adalah sosok pekerja keras dan pantang menyerah, hal itu
dicerminkan dari pekerjaan yang Flavia lakukan setiap hari demi terlunaskannya
hutang ibunya, Flavia adalah sosok lemah lembut, baik hati, penyayang, juga
keibuan terhadap anak-anak, hal itu dicerminkan dari cara Flavia berinteraksi
dengan Okan dan Olin, Flavia juga sosok wanita yang pandai memasak, hal itu
dicerminkan dari masakan Flavia yang dipuji enak oleh Raynaldi.
DAFTAR PUSTAKA
Deviana, Flara. (2020). Second Chance.
Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Minderop, Albertine. (2018). Psikologi Sastra.
Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Nurgiyantoro, Burhan. (2015). Teori Pengkajian
Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Paula, Anthonia. (2017). Citra Perempuan Dalam Novel Suti Karya
Sapardi Djoko Damono Kajian Kritik
Sastra Feminisme. Diunduh dari http://repository.usd.ac.id/12573/2/134114019_full.pdf pada tanggal 20 Juni 2021.
Purwanti, Sri. (2007). Citra Perempuan Dalam Novel Perempuan Jogja Karya Achmad Muni.
Diunduh dari https://repository.usd.ac.id/25569/2/994114011_Full%5b1%5d.pdf pada tanggal 20 Juni 2021.
Komentar
Posting Komentar